Halaman


Kamis, 25 Juli 2019

Sejarah Desa


SEJARAH DESA

Pangpajung merupakan salah satu desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan yang terletak kurang lebih 3 Km arah barat dari Kecamatan. Desa Pangpajung didirikan sejak tahun 1925 yang merupakan fusi dari 3 desa kecil yaitu Desa Jinten, Gumong dan Jarangan. Nama Pangpajung berasal dari kata Pangpang yang merupakan kata kiasan dari layang-layang yang mencuat tinggi ke angkasa seperti halnya orang pakai payung (tegak lurus) dari kegemaran Buju’ Kobung itulah nama desa Pangpajung didirikan.
Desa Pangpajung ternyata banyak memiliki cerita rakyat yang menarik serta sisa-sisa peninggalan leluhur mereka. Dari sekian peninggalan leluhur itu yang paling berkesan adalah “Genthong Buju’ Poloh”. Genthong berarti tempayan besar tempat menyimpan air. Air di tempayan ini tidak dipakai dalam kegiatan sehari-hari oleh karenanya hanya diisi setahun sekali setelah airnya dikuras. Dalam genthong tersebut hidup sepasang keong yang oleh masyarakat setempat di sebut “kemah” makanan kemah tersebut adalah selusin jarum untuk masa satu tahun. Apabila airnya dikuras maka kemah yang dimaksud dipancing dengan jarum yang dimasukkan dan disiapkan sebuah mangkok untuk menangkapnya, setelah kemah itu melayang dalam air baru kemudian ditangkap dengan mangkok tersebut.
Genthong itu ditutup rapat dan baru dibuka pada masa dikuras. Sekalipun demikian kemah yang aneh itu sering keluar malam untuk mengadakan “silaturrahmi” ke rumah keturunan Buju’ Poloh atau kepada bangsa kemah lain milik perorangan. Kemah Buju’ Poloh apabila sedang keluyuran dapat menimbulkan sinar panjang yang cemerlang bagaikan piring terbang dengan warna kebiru-biruan.
Genthong Buju’ Poloh biasanya setiap bulan Asyura diadakan pergantian air. Pada acara pergantian air didahului dengan acara “rokat” (selamatan) yang dihadiri oleh masyarakat setempat dan keturunan Buju’ Poloh yang berada di daerah lain. Bentuk rokat tersebut dapat berupa khatmil Qur’an dan Tembang Mocopat Madura. Kaum ibu yang datang biasanya membawa tumpeng untuk dimakan bersama-sama usai acara selesai, air genthong tersebut biasanya dibagi-bagikan kepada masyarakat yang hadir khususnya keluarga keturunan Buju’ Poloh. Menurut kepercayaan setempat, air tersebut dapat membuat tubuh kebal terhadap senjata tajam. Salah satu keajaiban genthong tersebut yaitu volume air yang dimasukkan setiap tahunnya tidak sama, padahal tempat dan takaran isi gentongnya sama.
Sejak berdirinya sampai sekarang, Kepala Desa Pangpajung sudah berganti beberapa kali, adapun yang pernah menduduki jabatan Kepala Desa Pangpajung antara lain :
1. Ileh Madfuin alias P. Arbati 
mulai tahun 1925 s/d 1945
2. H. Muksin
mulai tahun 1945 s/d 1975
3. M. Zahri
mulai tahun 1975 s/d 1984
4. Pjs. Hatimah
mulai tahun 1984 s/d 1986
5. Pjs. M. Meslan
mulai tahun 1986 s/d 1987
6. Pjs. Ashadi
mulai tahun 1987 s/d 1988
7. Harmain
mulai tahun 1988 s/d 2015
8. Pjs. Samsul Arifin, S. Ag
mulai tahun 2015 s/d 2016
9. Mukib
mulai tahun 2016 sampai sekarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inisiasi Budidaya Ikan Lele

Inisiasi Budidaya Ikan Lele  Produk Unggulan  A. Latar Belakang   Desa Pangpajung merupakan salah satu desa yang terletak di Keca...